Ubah Sampah Jadi Busana Menarik

Barang bekas tak selamanya menjadi sampah. Di tangan siswi SMA Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, barang bekas seperti tas kresek dan koran bisa berubah menjadi busana.

Seperti dipamerkan sejumlah siswi SMA Zainul Hasan dalam acara Pamer Raya Gebyar Seni bertema Membumikan Culture and Art of Indonesia, Minggu (8/5/2016). Dalam event yang digelar di halaman gedung Attachriliah, itu sejumlah siswi perwakilan dari sepuluh kelas memamerkan busana hasil karyanya yang terbuat dari barang bekas.

Tak ayal, acara yang digelar mulai pukul 08.00 WIB itu, mengundang perhatian santri. Sejumlah 533 siswi SMA Zaha Putri, menjadi saksi para siswi yang didaulat menjadi model dadakan untuk memeragakan hasil karyanya berupa busana daur ulang. Para model dadakan ini berlenggak-lenggok di atas catwalk layaknya model profesional.

Rupanya, para model ini tak hanya dituntut berjalan layaknya peragawati. Tapi, juga dituntut cerdas karena harus mempresentasikan busana daur ulangnya di hadapan dewan juri. Ya, acara ini memang dilombakan untuk menggali kreativitas siswi.

Panitia Acara ini, Hikmatul Nufus mengatakan, event ini sangat penting untuk melatih siswi SMA Zaha agar lebih peduli dengan lingkungan. Serta, melatih dalam memanfaatkan barang-barang bekas agar lebih bernilai ekonomi. “Acara ini bisa menggali potensi dan menumbuhkan kreativitas santri,” ujarnya.

Moment ini tidak disia-siakan oleh para siswi, mereka manfaatkan buka bazar untuk mempromosikan hasil karyanya. Ada beberapa kelas yang memamerkan hasil seni kerajianan tangan dari bahan bekas, seperti tas, vas bunga, yang mayoritas dari bahan daur ulang. Ada juga yang menawarkan menu masakan dan lain-lain.

Sedangkan, Waka Kesiswaan SMA Zaha Ust. Zainol Abidin mengaku, sangat mengapresiasi acara parade kobuda (kostum busana daur ulang) ini. Apalagi, acara ini kali pertama digelar di SMA Zaha. Tapi, tak kalah saing dengan sekolah-sekolah lain, termasuk sekolah negeri. “Semoga kegiatan ini dapat mengembangkan minat, bakat, dan memajukan sekolah kita,” ujarnya.

Ust. Zainol mengatakan, ada kreteria khusus yang telah ditentukan oleh tim juri untuk memilih juara dalam lomba ini. Di antaranya, kreativitas desain kostum, kesesuain tema, dan cara model dalam memeragakannya.

Setelah dewan juri melakukan penilaian, hasilnya Sri Nur Indah Novianti kelas XI IPS berhasil menjadi juara pertama. Disusul oleh Izze Afkarina kelas XI IPA C sebagai juara 2 dan juara 3 kelas X-C IPA atas nama Putri. “Kita harus bersyukur ternyata sampah plastik dan daun-daunan dapat kita manfaatkan dengan baik. Bisa kita buat kostum seperti yang saya pakai saat ini. Tidak di sangka-sangka bisa juara satu. Saya berharap acara seperti ini terus berkembang. Dengan seperti ini, kita bisa berkreativitas dan menggali potensi dan bakat santri SMA,” ujar Indah. (Hsn)